Berbagai penelitian menunjukkan, bahwa interior kantor berkonsep terbuka ternyata berdampak buruk terhadap produktivitas dan kesejahteraan (well-being) para karyawan. Penggunaan bilik (cubicle) pun tidak banyak membantu. Rupanya, ada beberapa hal lain yang bisa meningkatkan produktivitas karyawan. NBBJ merupakan perusahaan global yang bergerak di bidang arsitektur, perencanaan, dan desain. Perusahaan tersebut sudah bekerja untuk Google, Amazon, Samsung, Nike, Boeing, dan Macy’s. Pertama, kantor tersebut membutuhkan jendela. Menurut penelitian tahun 2013 dari Northwestern University, para karyawan yang bekerja di dalam kantor penuh jendela terpapar lebih banyak sinar matahari. Para karyawan ini bisa tidur lebih nyenyak di malam hari ketimbang karyawan yang bekerja di kantor tertutup tanpa jendela. Kedua, ruang kantor membutuhkan tanaman. Hasil studi Texas State University tahun 2008 menemukan bahwa menempatkan tanaman di dalam kantor punya andil besar dalam kebahagiaan karyawan. Para peneliti melakukan survey terhadap 450 pekerja kantoran. Mereka yang bekerja di dalam kantor berisi beberapa tanaman merasa lebih menyukai pekerjaannya.

Ketiga, kantor rupanya juga membutuhkan dinding atau apa pun yang bisa meredam bising. Studi UCSF tahun 2006 menemukan, suara bising merupakan pengalih perhatian terbesar dalam kantor berkonsep terbuka. Selain bisa meningkatkan kualitas tidur para pekerja, ketersediaan sinar matahari juga bisa meningkatkan kreatifitas. Asalkan, jumlahnya dikendalikan. Menurut hasil studi tahun 2013 yang dipubllikasikan oleh Journal of Environmental Psychology, ruangan bercahaya remang (dimmer lit) bisa meningkatkan kreativitas pekerja. Kelima, menurut psikolog warna Angela Wright, warna yang ada di lingkungan kerja juga memberikan efek bagi kondisi mental pekerja. Menurut Wright, warna biru bisa menstimulasi kecerdasan. Kuning menginspirasi kreativitas, merah berpengaruh pada kondisi fisik, sedangkan hijau mendorong rasa tenang dan keseimbangan. Ketujuh, ketersediaan ruang pribadi juga berpengaruh. Menurut hasil penelitian tahun 2010 dari Inggris, seperti dikutip dalam Huffington Post, karyawan yang bisa mendekor ruang kerjanya 32 persen lebih produktif. Selanjutnya, ketersediaan ruang-ruang dengan jenis yang beraneka ragam juga bisa meningkatkan produktivitas. Ruang pribadi, komunal, atau ruang semi pribadi, masing-masing bisa dimanfaatkan oleh karyawan sesuai keperluan.

Cahaya alami juga mudah masuk karena tidak ada ruangan yang disekat sekat oleh dinding pembatas. Membuat pikiran lebih jernih dengan adanya cahaya dan udara yang masuk. Perubahan akan terus terjadi mengikuti perkembangan kantor. Interior pun terkadang mengalami sedikit perubahan apabila jika ada penambahan atau pengurangan karyawan. Selain menawarkan beberapa kelebihan yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa kekurangan dari desain tata ruang kantor terbuka. Apa saja kekurangannya, berikut ini beberapa kekurangan desain tata ruang kantor terbuka. Berpusatnya banyak orang dalam satu tempat yang sama tanpa adanya pembatas bisa mengganggu orang lain. Seperti, suara orang mengobrol, telepon, alat ketik dan “polusi” suara lainnya terdengar jelas. Suara kegaduhan tersebut akan mengganggu kenyamanan. Tidak adanya ruangan privat membuat konsentrasi karyawan terganggu. Apalagi karyawan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, mereka akan memecahkan fokus karyawan lain. Hal ini kemudian secara langsung pun menurunkan produktivitas mereka terlebih pada orang-orang yang tidak bisa bekerja dalam keadaan bising. Akan mengurangi keamanan untuk pekerjaan yang bersifat rahasia.

Karena, tidak ada privasi dan keamanan yang ketat dalam tata ruang kantor terbuka sehingga setiap karyawan harus menjaga dengan benar tugas dan barang mereka di meja masing-masing. Seperti namanya tata ruang kantor terbuka, ini tidak memungkinkan setiap karyawan untuk melakukan percakapan pribadi yang bersifat rahasia. Karena semua orang akan mendengar percakapan Anda. Solusinya, karyawan harus keluar ruangan dan mencari tempat tertutup, misalnya kamar mandi, untuk menelepon (pribadi). Semakin banyak orang diruangan tersebut maka semakin banyak pendapat yang harus menjadi satu suara. Perdebatan akan sering terjadi, seperti karyawan yang satu mungkin saja tidak setuju dengan pengaturan lampu, temperatur AC, pemilihan pewangi ruangan dan sebagainya. Hal ini sangat umum terjadi. Hierarki antara senior dan junior hilang jika ruangan kantor didesain dengan konsep terbuka. Hal ini bisa menciptakan perasaan yang negatif bagi mereka sehingga menurunkan produktivitas. Setelah Anda mengetahui kekurangan dan kelebihan ruangan kantor, sekarang Anda dapat memutuskan jenis kantor mana yang cocok untuk kantor Anda.

Untuk membantu desain yang cocok maka berikut adalah desain kantor dari berbagai referensi. Kafe sendiri saat ini bukan hanya tempat makan, tapi juga sudah menjadi pilihan untuk tempat meeting. Seiring perkembangannya, kafe juga menjadi tempat yang banyak dipilih untuk menyelesaikan pekerjaan. Suasana santai di kantor didesain khusus dengan dimanjakannya karyawan agar dekat dengan sumber makanan yang akan membuat karyawan Anda betah berlama-lama di meja kerja. Untuk pemanis Anda bisa menambahkan mural atau wallpaper pada dinding “dapur” untuk menambah kesan artistik pada area kerja jenis ini. Membuat kantor Anda semakin terasa seperti kafe. Ditunjang alat-alat perkantoran portable serta arus informasi yang dapat diakses di mana saja, bekerja di kantor ala kafe jadi satu hal yang makin mengasyikan. Nah, gaya kafe ini bisa Anda terapkan di kantor Anda. Sehingga kantor tidak membosankan dan membuat nyaman bahkan nampak mengasyikan. Nuansa alam membuat hati tentram dan damai, pepohonan hijau dan langsung melihat suasana alam membuat Anda semakin betah berlama-lama di kantor.