Growth hacking adalah teknik marketing yang berbasis eksperimen. Growth hacking dipakai menentukan cara paling produktif untuk mengembangkan sebuah bisnis.

Istilah “growth hacking” diambil dari campuran berbagai teknik data engineering, analytics, dan marketing. Seorang growth hacker menggunakan kesemua teknik ini secara optimum.

Dengan begitu, mereka bisa menemukan cara terinovatif, terefektif, dan tercepat untuk mencapai kesuksesan startup.

Beberapa teknik yang diadopsi oleh growth hacker adalah reverse engineering, A/B testing, SEO, email marketing, viral marketing, and content marketing.

Dalam prosesnya ada beberapa teknik yang dilakukan secara mandiri. Akan tetapi, bisa juga dipakai teknik tersebut dipakai secara bersamaan. Semua tergantung pada jenis dan visi startup itu sendiri.

Anda kini tahu pengertian growth hacking dan prinsip kerjanya secara umum. Kini gilirannya Anda menggali lebih dalam strategi ekspansi yang membantu startup Anda berkembang pesat.

alam growth hacking, ada lima tahapan funnel yang harus dilewati oleh startup Anda agar bisa sukses, yaitu Acquisition, Activation, Retention, Referral, dan Revenue (atau disingkat AARRR). Berikut penjelasan masing-masing tahapan dalam growth hacking funnel serta strategi mengoptimalkannya.

1. Acquisition

Acquisition adalah saat pertama kali bisnis dan calon pelanggan Anda melakukan kontak. Bisa melalui website atau dari produk yang Anda jual. Tahap ini sangatlah penting, lho! Sebab, Anda bisa mengetahui apakah calon pelanggan tertarik lebih jauh ke bisnis Anda.

Maka dari itu, agar tahap ini optimal Anda harus bisa menjangkau banyak calon pembeli alias memperluas brand awareness Anda. Bagaimana caranya? Alih-alih promosi di berbagai platform, sebaiknya Anda promosi di tempat yang memang ramai dengan calon konsumen.

Misal, startup Anda menyasar milenial atau generasi Z. Berarti, supaya tahap acquisition optimal, Anda promosi di media sosial Instagram atau TikTok yang mayoritas penggunanya adalah anak muda.

2. Activation

Activation merupakan langkah kedua pada growth hacking yang ditandai dengan pelanggan yang mulai menggunakan produk atau layanan Anda. Jadi, jika Acquisition adalah proses menarik calon pelanggan, Activation ini adalah proses menjadikan mereka menjadi pelanggan untuk pertama kali.

Nah, banyaknya jumlah konsumen yang menjadi pelanggan ini disebut dengan conversion rate dan merupakan tahap yang agak tricky. Sebab, walaupun Anda sudah promosi di tempat yang tepat, banyak calon konsumen yang masih ragu terhadap startup baru. 

Berikut beberapa strategi yang bisa Anda coba:

  • Pasang CTA yang baik di website/blog Anda. Mulai dari tulis dengan kalimat perintah, menyebutkan manfaat di CTA, hingga tempatkan di posisi yang tepat. 
  • Manfaatkan pop up. Pop Up adalah form yang muncul saat pengunjung menjelajah website Anda. Untuk panduan cara membuatnya,
  • Permudah pengunjung menghubungi Anda. Pasti pengunjung akan bertanya dan mengkonfirmasi banyak hal kepada Anda sebelum melakukan pembelian. Maka dari itu, permudah mereka untuk melakukannya. Caranya dengan memasang live chat di website, mencantumkan alamat email/nomor telepon, dan menyediakan form pertanyaan.

Di atas adalah hanyalah beberapa contoh strategi untuk meningkatkan conversion rate. Untuk strategi lengkapnya, Anda bisa temukan di →

3. Retention

Setelah berhasil mendapatkan pelanggan pada tahap Activation, saatnya menjadikan mereka sebagai pelanggan tetap di tahap Retention. Maka dari itu, Anda harus mencoba memastikan bahwa pelanggan tak hanya menggunakan produk atau layanan sekali saja. Namun, berkali-kali di waktu mendatang.

Bagaimana caranya? Berikut beberapa strategi mengoptimalkan Retention yang bisa Anda coba:

  • Berikan promosi terbatas di pembelian selanjutnya. Misalnya, diskon tambahan, gratis ongkir, ataupun bonus barang.
  • Buat pelanggan Anda merasa spesial. Mulai dari mengirim email ucapan terimakasih setelah membeli produk Anda, memberikan voucher khusus saat pelanggan ulang tahun, hingga menjalankan kampanye UGC sebagai bentuk apresiasi karya pelanggan.
  • Kirimkan newsletter. Newsletter merupakan email berisi informasi produk atau layanan yang dikirimkan ke pelanggan Anda. Jadi, mereka akan selalu update dan bisa membangun rasa ketertarikan lagi. Anda bingung membuat newsletter? Tenang, Anda bisa menemukan contohnya di

4. Referral

Referral adalah tahap dimana pelanggan tetap Anda mempromosikan produk atau layanan Anda ke orang lain. Umumnya, melalui strategi yang disebut sebagai Word of Mouth Marketing atau promosi dari mulut ke mulut. Strategi ini sangatlah ampuh dan mampu membantu pertumbuhan bisnis Anda dengan cepat.

Nah, untuk mendorong pelanggan tetap Anda melakukan promosi ke orang lain, Anda berikan bonus setiap mereka berhasil mengajak orang lain. Misalnya, diskon khusus, cashback, fitur tambahan, dan semacamnya.

5. Revenue

Nah, tahap terakhir dari growth hacking adalah Revenue atau pendapatan. Jika empat tahap sebelumnya berjalan dengan lancar, Anda akan mulai mendapatkan pendapatan dan bisa digunakan untuk mengembangkan startup Anda lebih jauh lagi.

Sayangnya, banyak startup yang gagal mencapai tahap ini karena berbagai alasan. Supaya Anda tidak jatuh ke lubang yang sama, berikut beberapa tips meningkatkan Revenue yang bisa dicoba:

  • Segera temukan model bisnis yang menguntungkan. Sehingga Anda tak melulu bakar uang tanpa mendapatkan profit. 
  • Jangan hanya fokus mencari konsumen baru saja. Sebab, mendapatkan konsumen baru itu butuh biaya lima hingga dua uluh lima kali lebih mahal dibandingkan fokus ke pelanggan tetap.
  • Tawarkan paket langganan tahunan. Konsumen akan membayar penuh di muka, sehingga Anda mempunyai pegangan uang untuk mengembangkan startup.