Banyak yang percaya dekorasi meja kerja menggambarkan kepribadian pemiliknya. Selain itu, kondisi meja dan ruang kerja juga bisa mempengaruhi suasana dari aktivitas kerjamu, lho! Nggak heran mendekorasi ruang kerja, khususnya meja kerja sangatlah penting.

Kali ini kami akan mengobrol dengan seorang arsitek muda Willsons mengenai bagaimana kira-kira menghidupkan kembali suasana kerja melalui dekorasi meja kerja-mu.

  • Ukur dan bentuk meja kerjamu!

Berdasarkan pengalaman Willsons yang karyanya sudah pernah dipublikasikan di majalah ini, yang menjadi poin utama dari menata meja kerja adalah segi kenyamanan dan efisiensi. Bagaimana tidak? Setiap orang bisa menghabiskan lebih dari 5 jam di meja kerja setiap harinya!

“Perbandingan tinggi meja dan kursi kerja yang sesuai standar bisa menentukan tingkat kenyamanan dari penggunaan meja kerja. Bentuk meja, memanjang atau L-shaped juga perlu disesuaikan agar bisa mencapai efisiensi yang paling maksimal”, terang Willsons.

Willsons juga melanjutkan bahwa, selain ukuran dan bentuk, pastikan meja memiliki laci dan lemari atau fitur lainnya yang sesuai dengan kebutuhanmu.

  • Warnai meja dan ruang kerja-mu

Hal lain yang bisa mempengaruhi kenyamanan dari dekorasi meja kerja adalah warna. Willsons mengakui bahwa pemilihan warna untuk ruang kerja adalah tantangan yang cukup berat baginya. Nggak hanya sebagai elemen visual, pemilihan warna akan mempengaruhi mood dan suasana dari ruang tersebut!

“Pemilihan warna terang (putih, abu-abu, coklat muda) dapat meningkatkan mood pekerja, sedangkan warna gelap dapat menciptakan suasana tertekan atau stres. Hati-hati juga dengan komposisi warna yang terlalu kontras seperti merah, kuning, dan sejenisnya juga dapat membuat mata menjadi lebih cepat lelah di bandingkan dengan warna netral (putih dan hitam)”, ungkap Willsons saat menceritakan warna-warna yang ia kerap gunakan dalam mendesain ruang kerja.

Willsons menambahkan juga bahwa pemilihan warna bisa disesuaikan dengan gaya dan jenis pekerjaan dari pengguna ruang atau meja kerja tersebut.

Willsons juga menjelaskan kalau ruang kerja di berikan kepada seorang seniman, maka ruang tersebut pastilah memiliki dekorasi yang dapat menstimulus kreatifitas, permainan warna gradasi, kontras dan reverse color.

Sedangkan bila ruang kerja tersebut diberikan kepada seorang pebisnis, ruang tersebut harus terkesan ekslusif, permainan ornamen kayu, lampu, stainless, dan warna hitam dan abu-abu bisa jadi pilihan yang lebih tepat.

“Untuk ruang kerja para millenial yang cenderung lebih menyukai tempat kerja yang rileks, memiliki banyak dekorasi unik, permainan bentuk meja, desain yang lebih cozy, industrial, hingga permainan warna yang berani mungkin akan lebih cocok untuk mereka”, jelas Willsons.

  • Hidupkan suasana dengan tanaman hidup

Menurut Willsons, hal penting lain untuk membangun suasana ruang kerja, adalah dekorasi meja kerja yang mampu menghilangkan tekanan dan pekerjaan yang tengah dikerjakan. Salah satu hal yang ampuh memberikan efek relaksasi seperti itu adalah keberadaan tanaman di ruang kerja atau di atas meja kerjamu.

Tahukah kamu bahwa sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa keberadaan tanaman bisa memberikan suasana yang lebih segar dan rileks? Selain itu, keberadaan tanaman hidup juga bisa membantu sirkulasi udara di ruang kerjamu, lho.