Tepatnya, di LG Styler yang merupakan lemari pintar LG dengan kemampuan pemeliharaan pakaian melalui penyegaran kembali. Lemari tersebut mampu mengenali berbagai material pakaian yang disimpan di dalamnya. Keterhubungan sensor visual dengan cloud kemudian akan memberikan rekomendasi perawatan paling tepat yang diperlukan untuk masing-masing jenis pakaian. IP Park juga mendemonstrasikan LG ThinQ Fit yang menjadi evolusi baru konsep cermin pintar LG. Salah satu kemampuannya dapat terhubung dengan berbagai toko daring. Pengembangan terbaru dengan kamera 3D yang terintegrasi membuat cermin pintar LG tersebut dapat melakukan pengukuran tubuh penggunanya. Pengukuran ini kemudian dilanjutkan pembuatan avatar dengan ukuran realistis yang membuka opsi melakukan pengepasan (fitting) pakaian secara virtual. Park menegaskan bahwa LG terus menyempurnakan platform LG ThinQ untuk mengakselerasi teknologi AI. Ia menekankan tiga pilar utama strategi pengembangan AI LG, yakni evolve (berkembang), connect (terhubung), dan open (terbuka). CTO LG tersebut juga mengenalkan konsep belajar yang ada pada robot vacuum cleaner yang dalam pergerakannya mampu menghindari kemungkinan tersangkut pada salah satu sudut ruang ataupun penghalang lain. Hal ini berkat terapan AI LG pada keping chip terbarunya yang mendukung pengembangan LG Neural Engine. Executive VP Messe Berlin Group sekaligus Direktur Eksekutif IFA Jens Heithecker mengatakan bahwa pengunjung IFA sangat tertarik dengan seluruh hal terkait AI dan penting bagi mereka untuk memahaminya dari salah satu pendukung terkuat AI. Pengunjung IFA 2019 yang berlangsung sepanjang 6-11 September dapat lebih mengenal hasil pengembangan AI terkini LG dengan mengunjungi booth perusahaan di Hall 18 Messe Berlin sebagai tempat berlangsungnya acara. LG khusus membangun sudut LG ThinQ Home. Didesain tak hanya memperkenalkan rangkaian perangkat elektronik rumah tangga pintarnya, juga merasakan solusi gaya hidup masa depan dengan keterhubungan lebih baik.