Katanya meja yang rapi membuat seseorang terbiasa untuk hidup terorganisir, tak mudah stres, dan pada akhirnya jadi lebih produktif. Karena itulah banyak perusahaan yang menerapkan clean desk policy, mewajibkan karyawan untuk membersihkan meja masing-masing sebelum meninggalkan kantor.

Tetapi tak sedikit pula orang yang justru lebih terpicu kreativitasnya saat bekerja di atas meja yang penuh tumpukan dokumen dan kertas catatan. Meja kerja yang rapi justru membuat mereka merasa terintimidasi dan tak bisa bekerja dengan rileks. Jadi mana yang lebih baik, meja yang rapi atau yang berantakan?

Ternyata meja rapi maupun berantakan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menurut Julie Morgenstern, seorang pakar organisasi dan penulis Organizing from the Inside Out, meja yang bersih dan rapi membuat si pemilik meja bisa lebih fokus terhadap proyek yang sedang dikerjakan. Lingkungan kerja yang tertata juga bisa membuat seseorang terlatih untuk menjalankan segala sesuatu secara terorganisir dan disiplin.

“Berada di lingkungan yang bersih tampaknya dapat mendorong orang untuk melakukan tugas yang harus mereka selsesaikan,” kata Kathleen Vohs, peneliti ilmu psikologi yang artikelnya dipublikasikan di ScienceDaily.

Di sisi lain, meja yang rapi juga menandakan pemikiran konvensional. Orang-orang yang terbiasa bekerja dengan lingkungan seperti ini biasanya cenderung bermain aman, menghindari keputusan yang kontroversial atau masih coba-coba. Para pesohor yang memiliki meja kerja seperti ini antara lain Mark Zuckerberg, Barrack Obama, Leo Tolstoy, dan Warren Buffet.

Sementara itu, meja kerja yang berantakan seperti milik Albert Einstein, Mark Twain, Steve Jobbs, dan Donald Trump merupakan bagian dari lingkungan kerja yang merangsang orisinalitas, pemikiran baru, dan gebrakan. Sebuah studi lain yang dilakukan di Northwestern University mengemukakan bahwa orang-orang yang bekerja di ruang berantakan cenderung lebih kreatif dan lebih cepat dalam memecahkan perkara yang membutuhkan pemikiran kreatif.

Walaupun begitu, Morgenstern mengatakan bahwa meja kerja yang berantakan bisa membuat konsentrasi terhadap suatu proyek atau pekerjaan terpecah. Seringnya, ini membuat si pemilik meja butuh waktu lama untuk menemukan barang yang dicari. Akhirnya, ide cemerlang yang didapat pun sering terlupakan.

Pada akhirnya, setiap orang memiliki gaya masing-masing dalam mencapai tingkat produktivitas yang diharapkan. Tentukan lingkungan kerja yang paling sesuai dan bisa membuat pekerjaan paling efisien, entah itu dengan meja yang rapi atau penuh tumpukan barang. Tetapi jangan jadikan artikel ini sebagai alasan untuk malas membersihkan meja, ya, terutama kalau itu bikin kamu jadi semakin malas mengerjakan tugas.