Jika Anda ingin membagi ruangan menjadi dua, ada satu pilihan utama: membuat tembok. Namun membuat dinding akan memberi kesan rumah menjadi sempit, sekaligus membutuhkan biaya dan waktu yang sedikit. Selain tembok, ada juga solusi lain yakni dengan sekat atau partisi. Partisi kini lebih banyak dipilih, karena selain praktis dan mobile, ia dapat memberikan pemisah tanpa membuat ruangan jadi terkesan sempit. Tentu, dinding juga dapat dikatakan sebagai partisi, namun istilah partisi yang akan kita bahas kali ini adalah partisi non permanen. Pembatas ruangan jenis non permanen ini ada bermacam-macam pilihan; mulai dari kertas, kayu, kaca, bambu, hingga ukiran. Dengan menggunakan partisi, ruangan Anda dapat terkesan menjadi lebih indah. Namun tak semua partisi non permanen cocok untuk ruangan Anda. Salah-salah, membeli partisi ternyata malah tidak cocok. Untuk itu, berikut ini tips memilih partisi ruangan yang cocok untuk rumah Anda. Sebelum memutuskan untuk membeli partisi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menetapkan terlebih dahulu di mana partisi ini akan dipasang.

Apakah partisi ini akan diletakkan di ruangan yang butuh privasi tinggi? Atau hanya sebagai penyekat pemisah agar anggota keluarga dapat bebas selagi ada tamu? Bila partisi ini dibutuhkan untuk kebutuhan privasi tinggi, partisi permanen, dalam hal ini tembok, lebih cocok digunakan. Namun apabila partisi ini hanya untuk digunakan sesekali, maka partisi yang mobile (non permanen) lebih baik dipilih. Menetapkan lokasi di mana partisi akan ditempatkan akan membuat Anda mudah memilih jenis partisi, antara yang permanen atau yang non permanen. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan partisi semi-permanen yang mudah dibongkar pasang, agar bisa memberikan sirkulasi cahaya. Selain itu partisi semi permanen memberikan udara yang lebih bebas keluar masuk. Katakanlah posisi ruang tamu dan ruang keluarga Anda menyatu. Partisi non-permanen akan lebih cocok untuk ini, karena lebih praktis, lebih mudah dipindah, apabila sewaktu-waktu pada acara tertentu Anda butuh ruang yang lebih luas. Apabila partisi yang akan digunakan ini dipakai untuk memisah antara ruang dapur dan ruang makan, ada baiknya Anda memilih menggunakan partisi permanen. Hal ini ditujukan untuk mencegah bau dari dapur menguar ke ruang makan atau ke ruangan lainnya.

Untuk keperluan privasi, seperti kamar tidur, sudah tentu memilih partisi permanen. Apabila partisi tersebut kelak ditujukan hanya ruang ganti saja, atau pemisah saat beribadah, pilih saja partisi non-permanen. Setelahnya, ukur lebaran ruang yang kelak akan dipasangi partisi. Ini bertujuan agar Anda bisa menentukan desain dan anggaran yang perlu dibelanjakan. Tips dalam memilih partisi ruangan yang kedua adalah Anda perlu menentukan desain. Yang mana yang akan gunakan, apakah Anda akan memilih desain partisi yang tertutup total, ataukah semi permanen atau pembatas semu. Ini kelak akan memengaruhi opsi jenis partisi yang akan Anda pakai. Partisi yang tertutup total akan menjaga privasi Anda selaku pemilik rumah. Sehingga, pilihan desain yang dibutuhan adalah partisi harus rapat dan tidak kasat mata. Misalnya saja, Anda mau membatasi privasi antara ruang tamu dengan ruang keluarga. Sebaiknya, gunakanlah partisi dengan jenis folding door, yang memiliki rel roda di bagian atas dan bawah. Agar terlihat estetik, Anda bisa memilih jenis material berbahan dasar kayu atau kaca yang sedikit buram.

Hal ini juga berlaku saat partisi digunakan sebagai pembatas ruang tamu dan ruang tengah, atau ruang tamu dengan meja makan. Jika hanya menggunakan partisi non permanen, Anda akan tetap bisa mendapatkan ruangan yang luas saat ada acara di rumah. Hal ini memberikan opsi yang versatile, sehingga ruangan bisa diperluas sesuai keperluan Anda selaku pemilik rumah. Anda pun sebenarnya bisa menjadikan furniture sebagai partisi non permanen. Ini lebih multiguna dan hemat. Contoh partisi non permanen, misalnya saja adalah bufet atau rak buku. Perabot semacam ini cukup cocok untuk menjadi partisi ruang tamu dan ruang keluarga. Anda cukup memilih ukurannya sesuai keperluan. Apabila Anda memilih bufet, pilihlah bufet dari kayu yang dapat dibongkar pasang. Hal ini memungkinkan Anda bisa memindahkannya apabila kapan-kapan ingin menyulap ruangan menjadi lebih besar. Ada beberapa tips yang dapat Anda gunakan dalam memilih material partisi. Ada 4 jenis material yang umum dipakai untuk partisi: kaca, kain, bambu, kayu, atau kombinasi keempatnya.